www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Sistem "Online" Tak Selesaikan Masalah Sulitnya Mencari Lahan Makam di Jakarta

Posted by On 22.40

Sistem "Online" Tak Selesaikan Masalah Sulitnya Mencari Lahan Makam di Jakarta

Kondisi lahan pemakaman di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, tampak beraturan, Kamis (29/3/2018).KOMPAS.com/NURSITA SARI Kondisi lahan pemakaman di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, tampak beraturan, Kamis (29/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Suatu hari di bulan Februari, Lasti Kurnia mencari petak makam untuk ayahnya yang meninggal.

Lasti dan kakaknya mengakses laman www.pertamananpemakaman. jakarta.go.id. Mereka berharap, mendapatkan informasi di tengah sulitnya mencari lahan makam yang terbatas di Jakarta.

Saat mengklik bagian ketersediaan petak makam di laman itu, Lasti dihadapka n pada daftar nama-nama TPU dengan banyak kotak oranye yang sama sekali tak ia pahami.

Ada tiga angka di dalam satu kotak, yakni angka di bagian atas, angka penunjuk harga di bawahnya, dan satu angka lagi di bagian bawah kotak.

Baca juga: Jakarta Terancam Krisis Lahan Makam 1,5 Tahun Lagi

"Kami itu cari TPU Joglo, TPU Tegal Alur, itu dia ada berupa kotak, ada angkanya, tapi itu enggak keterangan apa-apa," kata Lasti, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Hal lain yang membingungkan Lasti, kotak dalam laman itu tidak bisa diklik. Lasti merasa laman resmi milik Dinas Kehutanan DKI Jakarta itu tidak memberikan solusi.

Lasti dan keluarganya tetap harus datang langsung ke TPU untuk memastikan ketersediaan lahan dan kondisi petak makam yang kosong.

"Prosesnya jadinya manual, datang ke satu TPU, ngelihat lahannya. Kami merasa malam itu tuh tidak bisa memanfaatkan website itu karena tidak bisa men gklik apa-apa," ujar Lasti.

Setelah berkeliling ke sejumlah TPU, Lasti dan keluarga tidak menemukan petak makam yang sesuai keinginan mereka. Akhirnya, mereka memutuskan membeli lahan makam di kompleks pemakaman swasta.

Penjelasan Dinas Kehutanan DKI

Kepala Seksi Pelayanan dan Perpetakan Makam Dinas Kehutanan DKI Jakarta Ricky Putra menyampaikan, sistem online itu memang hanya menginformasikan jumlah ketersediaan petak makam di sejumlah TPU di Jakarta.

Baca juga: Kini, Warga Jakarta Bisa Cek Lahan Makam secara Online

Angka paling atas dalam kotak, lanjut Ricky, merupakan jumlah ketersediaan petak makam, angka di bawahnya merupakan harga retribusi makam tersebut, dan angka paling bawah sebagai penanda blad di TPU itu.

laman situs Dinas Kehutanan DKI mengenai ketersedian petak makamRepro bidi k layar/pertamananpemakaman.jakarta.go.id laman situs Dinas Kehutanan DKI mengenai ketersedian petak makam

Namun, masyarakat tetap harus datang ke TPU untuk mengecek kondisi petak makam yang tersedia. Tak ada informasi yang diberikan di laman tersebut berkaitan dengan kondisi petak makam.

"Di sistem itu ada (tersedia) perpetakannya, tapi untuk memastikan masyarakat enggak kaget lokasinya, misalnya ternyata lokasinya di pojok, itu memang harus dicek dulu," kata Ricky, Jumat (29/6/2018).

Selain itu, Ricky mengakui jumlah ketersediaan petak makam bisa saja tidak sama dengan yang sebenarnya di lapangan. Sebab, perubahan data itu bisa cepat dan pengelola TPU belum sempat memperbarui datanya.

"Bisa saja kan (petak makam yang tersedia) sudah dipakai, ternyata belum ke-update. Karena yang update kan dari TPU-nya sama PTSP," tutur Ricky.

Penataan makam semrawut

Pengamat tata kota dari Universitas Tris akti Nirwono Joga menilai, sistem online terkait lahan makam itu belum tuntas. Salah satu penyebab utamanya karena penataan pemakaman di Jakarta semrawut.

"Selama kurang lebih dari lima tahun kemarin yang sempat saya dampingi, untuk membuat (sistem) makam online, persoalan paling mendasar itu adalah ternyata pemakaman kita penataannya itu sangat semrawut," ujar Nirwono.

Baca juga: DKI Kesulitan Penuhi Target Pembebasan Lahan Makam Tiap Tahun

Nirwono banyak menemukan kondisi lahan yang seharusnya untuk jalan justru digali untuk petak makam. Selain itu, dia melihat jarak antar-makam juga berdempetan, bahkan ada yang tidak berjarak.

Hal itu membuat sistem online tidak bisa memberikan informasi akurat soal kondisi setiap petak makam di TPU-TPU di Jakarta. Dinas Kehutanan DKI, kata Nirwono, perlu melakukan reformasi manajemen pemakaman untuk merealisasikan sistem online pemakaman DKI.

" Di e-online umpamanya kita milih TPU Jeruk Purut, saya mengecek umpamanya di Blok A Nomor 10, apakah itu masih kosong atau tidak, itu hanya bisa dibuatkan sistem seperti itu kalau sistem pemakaman kita di lapangan itu teratur," kata Nirwono.

Sementara, Ricky mengakui adanya kesemrawutan penataan makam di banyak TPU. Menurut Ricky, kesemrawutan itu sudah terjadi sejak lahan makam belum dikelola Dinas Kehutanan, yakni saat masih berstatus tanah wakaf milik warga.

"Memang sudah existing-nya itu. Kondisinya di awal waktu dulu tanah wakaf seperti itu. Sebelum masuk (dikelola) pemda, waktu tanah wakaf, sudah padat," ucap dia.

Ricky menyebut, penataan petak makam yang teratur dapat ditemukan di TPU-TPU yang memang sejak masih lahan kosong sudah dikelola oleh Dinas Kehutanan. Contohnya yakni di sebagian wilayah TPU Tanah Kusir dan TPU Jeruk Purut.


Kompas TV Ritual ini melambangkan bentuk hormat dan bakti masyarakat p ada Panembahan Bodo.

Berita Terkait

DKI Kesulitan Penuhi Target Pembebasan Lahan Makam Tiap Tahun

Jakarta Terancam Krisis Lahan Makam 1,5 Tahun Lagi

Jika Jadi Presiden, Prabowo Ingin Pindahkan Makam Pangeran Diponegoro ke Yogya

HUT ke-72 Bhayangkara, Kapolri Tabur Bunga di Makam Pahlawan Kalibata

Megawati dan Sejumlah Menteri Peringati Haul di Makam Bung Karno

Terkini Lainnya

Sistem 'Online' Tak Selesaikan Masalah Sulitnya Mencari Lahan Makam di Jakarta

Sistem "Online" Tak Selesaikan Masalah Sulitnya Mencari Lahan Makam di Jakarta

Megapolitan 10/07/2018, 12:38 WIB Perempuan Simpan Sabu di Pakaian Dalam Saat Ditangkap Polisi

Perempuan Simpan Sabu di Pakaian Dalam Saat Ditangkap Polisi

Regional 10/07/2018, 12:27 WIB PAN Dukung Capres Selain Jokowi untuk Menghindari Calon Tunggal

PAN Dukung Capres Selain Jokowi untuk Menghindari Calon Tunggal

Nasional 10/07/2018, 12:26 WIB Rumah Terbakar di Pejaten Gara-gara Warga Tertidur Saat Masak

Rumah Terbakar di Pejaten Gara-gara Warga Tertidur Saat Masak

Megapolitan 10/07/2018, 12:23 WIB Tabrak Pohon Cemara Tumbang, Warga Banda Aceh Meninggal Dunia

Tabrak Pohon Cemara Tumbang, Warga Banda Aceh Meninggal Dunia

Regional 10/07/2018, 12:19 WIB Siapapun Capresnya, PAN Te   gaskan Tetap Berkoalisi dengan Gerindra

Siapapun Capresnya, PAN Tegaskan Tetap Berkoalisi dengan Gerindra

Nasional 10/07/2018, 12:13 WIB Selidiki Kematian Akibat Racun Saraf, Polisi Inggris Sita Sebuah Mobil

Selidiki Kematian Akibat Racun Saraf, Polisi Inggris Sita Sebuah Mobil

Internasional 10/07/2018, 12:13 WIB Lahan di Pinggir Waduk Rawabadak Dijadikan Area 'Urban Farming'

Lahan di Pinggir Waduk Rawabadak Dijadikan Area "Urban Farming"

Megapolitan 10/07/2018, 12:06 WIB Dua Terduga Teroris di Sukabumi Mengaku Berasal dari Jakarta

Dua Terduga Teroris di Sukabumi Mengaku Berasal dari Jakarta

Regional 10/07/2018, 12:04 WIB Waduk Rawa Badak Akan Dilengkapi Jalur Joging dan Disabilitas

Waduk Rawa Badak Akan Dilengkapi Jalur Joging dan Disabilitas

Megapolitan 10/07/2018, 12:02 WIB KPK Panggil Ulang Mantan Wakil Bupati Malang Achmad Subhan

KPK Panggil Ulang Mantan Wakil Bupati Malang Achmad Subhan

Nasional 10/07/2018, 11:55 WIB Wiranto Inga   tkan Pihak yang Tak Puas Hasil Pilkada Jangan Buat Gaduh

Wiranto Ingatkan Pihak yang Tak Puas Hasil Pilkada Jangan Buat Gaduh

Nasional 10/07/2018, 11:53 WIB Wapres Kalla Sedih Kepala Daerah Paling Banyak Ditangkap KPK

Wapres Kalla Sedih Kepala Daerah Paling Banyak Ditangkap KPK

Nasional 10/07/2018, 11:52 WIB Sopir Truk Tewas Diterjang Peluru Nyasar Saat Berkendara di Tol JORR

Sopir Truk Tewas Diterjang Peluru Nyasar Saat Berkendara di Tol JORR

Megapolitan 10/07/2018, 11:49 WIB Kasus E-KTP   , KPK Periksa Chairuman Harahap hingga Mantan Dirjen Dukcapil

Kasus E-KTP, KPK Periksa Chairuman Harahap hingga Mantan Dirjen Dukcapil

Nasional 10/07/2018, 11:45 WIB Load MoreSumber: Berita Jakarta

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »