www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Begal Marak, Polisi Jakarta Serius Tangani Kejahatan Jalanan

Posted by On 16.53

Begal Marak, Polisi Jakarta Serius Tangani Kejahatan Jalanan

Begal Marak, Polisi Jakarta Serius Tangani Kejahatan Jalanan Reporter:

Inge Klara Safitri

Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

Jumat, 6 Juli 2018 13:21 WIB
Penjambretan menimpa penumpang ojek online di Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, 1 Juli 2018. ISTIMEWA/CCTV

Penjambretan menimpa penumpang ojek online di Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, 1 Juli 2018. ISTIMEWA/CCTV

TEMPO.CO, Jakarta â€" Begal dan penjambretan di jalanan ma rak terjadi di Jakarta dalam sebulan terakhir. Dalam sepekan terakhir, Polda Metro Jaya mendapat sedikitnya empat laporan kejahatan jalanan di Jakarta Pusat dan dua laporan di Jakarta Barat.

Polda Metro Jaya mengidentifikasi setidaknya 54 titik rawan kejahatan jalanan di Ibu Kota. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan kawasan berbahaya itu terdapat di seluruh wilayah Jakarta.

Di Jakarta Pusat, misalnya, titik rawan ada di perempatan Coca Cola, Stasiun Senen, Jalan Sudirman, hingga Jalan Tosari. Di Jakarta Barat, titik rawan terletak di Taman Sari, Tambora, dan kolong Jembatan Grogol.

Baca: Begal Sadis di Tangerang, Korban Baru 3 Bulan Beli Sepeda Motor

Daerah Cawang, Pulogadung, Pasar Rebo, dan Kampung Rambutan merupakan titik rawan di Jakarta Timur. Sedangkan Tanjung Priok dan Penjaringan dianggap sebagai titik paling rawan di Jakarta Utara.

“Jakarta Selatan, kemarin di Pondok Indah, Pal merah, Rempoa, dan Kemang,” kata Argo, Rabu lalu.

Para begal dan penjambret juga tak segan melukai korbannya hingga tewas. Seperti yang dialami Saripah, ibu dua anak yang tewas ditembak dan ditusuk begal sepeda motor di Cipondoh, Tangerang. Penjambretan yang dialami Warsilah, penumpang ojek daring di Cempaka Putih, juga menyebabkan korban tewas ketika mempertahankan barang miliknya.

Baca: Staf Presiden Dibegal, KSP Bantah Dokumen Negara Melayang

Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Rakyat Syarief Burhanudin juga terluka akibat penjambretan di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

"Menanggapi hal itu, Polda Metro Jaya membentuk tim khusus untuk melakukan operasi kewilayahan mandiri," ujar Argo.

Operasi ini digelar menjelang Jakarta menjadi tuan rumah Asian Games. Operasi yang dinamai Operasi Cipta Kondusif guna pemberantasan premanisme, pencurian dengan pember atan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ini akan digelar selama sebulan mulai 3 Juli hingga 4 Agustus 2018.

Seribu personel dari tingkat polda dan polres diturunkan untuk memberantas tindak kejahatan jalanan ini. "Fokusnya mencegah dan memberantas penjambretan, begal, curas, dan curat," katanya.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis mengatakan tim operasi ini akan dibagi dalam 16 tim, yang terdiri atas 13 tim dari polres dan tiga tim Polda Metro Jaya.

Idham menuturkan tempat-tempat yang menjadi sasaran utama operasi tersebut antara lain jalan raya, stasiun, terminal, dan pusat-pusat perbelanjaan.

Idham memerintahkan anggotanya menembak di tempat pelaku jika dinilai membahayakan masyarakat. "Tidak usah ragu untuk menindak tegas terukur," ucapnya.

Selama tiga hari pada 3-5 Juli 2018 pelaksanaan Operasi Cipta Kondusif pemberantasan premanisme, curat, curas, dan cura nmor, jajaran Polda Metro Jaya berhasil mengamankan 387 orang dan menetapkan 73 orang di antaranya sebagai tersangka.

Argo mengatakan tercatat ada 18 komplotan penjambret yang ditangkap. Delapan di antaranya ditangkap di kawasan Tangerang Selatan, enam di Jakarta Selatan, dan empat di Jakarta Barat.

Argo enggan merinci tersangka penjambret dan begal yang tertangkap dalam operasi ini berasal dari kelompok mana saja.

Baca: Begal Staf Ahli Presiden Masih Bebas, Ini Kata Polisi

Namun Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengky Haryadi menyebut sindikat Tenda Orange di Teluk Gong, Jakarta Utara, sebagai kelompok penjambret dan begal yang beroperasi di Jabodetabek saat ini.

Dua penjambret Dirjen PUPR Syarief Burhanudin juga anggota sindikat tersebut. Satu dari dua penjambret itu ditembak mati ketika berusaha melawan saat diminta menunjukkan markasnya.

Pada 2015, Polda Metro Jaya mencatat ada enam kelompok begal di Jakarta dan sekitarny a. Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya saat itu, Komisaris Besar Martinus Sitompul, mengatakan enam kelompok itu lebih ke hubungan kerabat dan asal daerah.

Enam kelompok itu berasal dari Lampung, Pandeglang, Depok, Bekasi, Karawang, dan Bogor. Meski bermain di Jakarta, kelompok tersebut lebih banyak di daerah penyangga, semisal Kelompok SMA dan Kelompok Lampung yang bergerak di Depok. Ada pula Kelompok Depok, Kelompok Bekasi, dan Kelompok Tangerang.

Selain menggelar Operasi Cipta Kondusif, polisi mengimbau masyarakat untuk turut mencegah aksi penjambretan dengan selalu bersikap waspada dan menjaga barang-barang pribadi saat di keramaian. "Jangan beri kesempatan penjambret untuk lancarkan aksinya," tutur Argo.

Termasuk saat berkendara, kata Argo, lebih baik tidak mengeluarkan telepon genggam atau sambil memainkannya saat dibonceng di sepeda motor. Pasalnya, prilaku seperti itu kerap menjadi sasaran para penjambret dan begal.

Lihat Juga


Terkait
  • Cerita Seorang Begal Remaja Dibekuk Korbannya di Cikarang Selatan

    Cerita Seorang Begal Remaja Dibekuk Korbannya di Cikarang Selatan

    1 hari lalu
  • Percepat Waktu Tempuh Atlet Asian Games, Polisi Tambah Personel

    Percepat Waktu Tempuh Atlet Asian Games, Polisi Tam bah Personel

    1 hari lalu
  • Senjata Api Rakitan Para Begal Diduga Produksi dari Dua Kota Ini

    Senjata Api Rakitan Para Begal Diduga Produksi dari Dua Kota Ini

    1 hari lalu
  • Staf Presiden Dibegal Ralat Keterangan, Ini Katanya

    Staf Presiden Dibegal Ralat Keterangan, Ini Katanya

    1 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Surat BPOM Soal Susu Kental Manis Picu Kontroversi

    Surat BPOM Soal Susu Kental Manis Picu Kontroversi

    2 hari lalu
  • Aset Tirta Amarta dalam Pembobolan Kredit Bank Mandiri Rp 1,8 T

    Aset Tirta Amarta dalam Pembobolan Kredit Bank Mandiri Rp 1,8 T

    45 hari lalu
  • 20 Tahun Reformasi: Soeharto yang Bangkit Lagi di Ingatan Publik

    20 Tahun Reformasi: Soeharto yang Bangkit Lagi di Ingatan Publik

    47 hari lalu
  • Begini Tahanan Teroris Diduga Hafal Rutinitas Jaga Mako Brimob

    Begini Tahanan Teroris Diduga Hafal Rutinitas Jaga Mako Brimob

    57 hari lalu
  • Foto Video
    terpopuler
  • 1

    Menanti Ganjil Genap dan Jurus Lain Buat Rute Atlet Asian Games

  • Fokus
  • Menanti Ganjil Genap dan Jurus Lain Buat Rute Atlet Asian Games

    Menanti Ganjil Genap dan Jurus Lain Buat Rute Atlet Asian Games

  • Begal Marak, Polisi Jakarta Serius Tangani Kejahatan Jalanan

    Begal Marak, Polisi Jakarta Serius Tangani Kejahatan Jalanan

  • Surat BPOM Soal Susu Kental Manis Picu Kontroversi

    Surat BPOM Soal Susu Kental Manis Picu Kontroversi

  • Pemblokiran Aplikasi Tik Tok dan Popularitas Bowo Alpenliebe

    Pemblokiran Aplikasi Tik Tok dan Popularitas Bowo Alpenliebe

  • Terkini
  • Menanti Ganjil Genap dan Jurus Lain Buat Rute Atlet Asian Games

    Menanti Ganjil Genap dan Jurus Lain Buat Rute Atlet Asian Games

    15 jam lalu
  • Begal Marak, Polisi Jakarta Serius Tangani Kejahatan Jalanan

    Begal Marak, Polisi Jakarta Serius Tangani Kejahatan Jalanan

    1 hari lalu
  • Surat BPOM Soal Susu Kental Manis Picu Kontroversi

    Surat BPOM Soal Susu Kental Manis Picu Kontroversi

    2 hari lalu
  • Pemblokiran Aplikasi Tik Tok dan Popularitas Bowo Alpenliebe

    Pemblokiran Aplikasi Tik Tok dan Popularitas Bowo Alpenliebe

    3 hari lalu
  • Peluang Gerindra Usung Prabowo - Anies Baswedan di Pilpres 2019

    Peluang Gerindra Usung Prabowo - Anies Baswedan di Pilpres 2019

    5 hari lalu
  • Kemenangan Kotak Kosong dan Dugaan Data Palsu di Pilkada Makassar

    Kemenangan Kotak Kosong dan Dugaan Data Palsu di Pilkada Makassar

    6 hari lalu
  • Sekali Lagi, Jangan Biarkan Pilkada Merusak Kebersamaan

    Sekali Lagi, Jangan Biarkan Pilkada Merusak Kebersamaan

    7 hari lalu
  • Jumlah Pengaduan Besar, Aturan PPDB Online Untuk Siapa

    Jumlah Pengaduan Besar, Aturan PPDB Online Untuk Siapa

    8 hari lalu
  • BI Diprediksi Naikkan Suku Bunga, Ekonomi Kian Tertekan

    BI Diprediksi Naikkan Suku Bunga, Ekonomi Kian Tertekan

    9 hari lalu
  • Kontribusi Pemilu Serentak 2018 pada Perekonomian Menurun

    Kontribusi Pemilu Serentak 2018 pada Perekonomian Menurun

    10 hari lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Proyeksi Nilai Penjualan Ganja Setelah The Cannabis Act

    Dalam The Cannabis Act, status ganja menjadi legal dan dapat dipergunakan untuk keperluan pengobatan dan rekreasi. Inilah kandungan dan nilai jualnya.

    Sumber: Berita Jakarta

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »