www.AlvinAdam.com

Berita 24 Jakarta

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ilmuwan Ternama di Bidang Riset Penuaan dari AS Kunjungi Jakarta

Posted by On 04.35

Ilmuwan Ternama di Bidang Riset Penuaan dari AS Kunjungi Jakarta

Faisal Maliki Baskoro / FMB Jumat, 1 Juni 2018 | 14:17 WIB

Jakarta - Indonesia menjadi tuan rumah kunjungan singkat Presiden Akademi Kedokteran Nasional Amerika Serikat dari Akademi Ilmu Sains Nasional AS (United States National Academy of Medicine of the US National Academy of Sciences), Dr Victor Dzau, MD. Kunjungan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kerja sama dan pertukaran ilmu di bidang kedokteran dan kesehatan.

Di Jakarta, Dr Dzau berdiskusi dengan Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek bersama jajarannya. Dr Dzau juga berdiskusi dengan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris.

Dr Dzau menyampaikan bahwa saat ini tingkat harapan hidup telah berlipat ganda dalam 100 tahun terakhir sehingga isu yang dih adapi dunia kesehatan saat ini bukan masalah panjang umur, tetapi jumlah umur dalam masa hidup di mana seseorang dapat menikmatinya dengan sehat. Menurut Dr Dzau, dunia ini membutuhkan populasi yang sehat untuk mendukung populasi global yang menua yang jumlahnya lebih besar. Dia juga mengatakan, sebentar lagi populasi menua Indonesia akan mencapai angka 40 juta. Oleh karena itu, dibutuhkan dialog intens untuk menciptakan cetak biru dan kebijakan konkret untuk menangani populasi yang menua. Pemerintah Indonesia telah memiliki kebijakan ini.

Baik menkes dan Dr Dzau setuju bahwa keterlibatan masyarakat dan kemajuan teknologi medis bisa menciptakan populasi menua yang produktif dan sehat di berbagai belahan dunia.

Dalam diskusinya dengan Menristekdikti M Nasir, Dr Dzau menyambut baik kerja sama riset antara United States National Academy of Medicine dengan konsorsium universitas ternama di Indonesia di bidang genomics, bioengineering dan biologi molekular tahap la njut (advanced molecular biology). Kolaborasi ini sejalan dengan tujuan Kemristekdikti dalam memajukan riset Science Technology, Engineering and Medicine (STEM) di Indonesia. Kerja sama ini juga merupakan kesempatan bagi riset universitas-universitas top di Indonesia untuk go international.

Dr Dzau bersama Menristekdikti M Nasir.

Sementara itu, dalam diskusi dengan BPJS Kesehatan, Dr Dzau dan Fachmi Idris berbagi pengalaman dan gagasan soal jaminan kesehatan universal AS dan Indonesia supaya dapat menciptakan sistem yang berkelanjutan dan menjawab kebutuhan populasi yang menua.

Selama di Jakarta, Dr Dzau juga mengunjungi Universitas Pelita Harapan dan bertemu dengan Pendiri dan Chairman Dr James Riady. Dzau ikut menghadiri wisuda "Teachers' College" UPH.

Dr Dzau adalah salah satu ilmuwan kesehatan ter nama di dunia dan penerima sejumlah penghargaan, antara lain: Gustav Nylin Medal dari Swedish Royal College of Medicine, the Distinguished Scientist Award dari American Heart Association, Ellis Island Medal of Honor dan Henry Freisen International Prize.

Saat ini, Dr Dzau adalah presiden kedelapan United States National Academy of Medicine. Sebelumnya beliau pernah menjabat sebagai Kanselir Duke University, Presiden dan CEO Duke University Health System, Hersey Professorial chair of theory and practice of medicine, Chairman of Medicine di Harvard Medical School, Chairman of the Department of Medicine di Stanford University. Dia juga anggota dewan Health Governors di World Economic Forum and mengepalai Global Agenda Council on Perzonalized and Precision Medicine.

Beliau memiliki dampak yang signifikan di dunia kesehatan melalui risetnya di bidang pengobatan kardiovaskular dan genetik. Salah satu karya terpentingnya adalah renin angiotensin System (RAS) yang membuka jala n untuk pemahaman kontemporer RAS dalam penyakit kardiovaskular dan pengembangan inhibitor RAS yang digunakan dalam obat-obatan penyelamat hidup.

Penelitian terkini Dr. Dzau di bidang mekanisme paracrine sel punca dan penggunaan Mikro RNA dalam pemrograman ulang secara langsung memberikan pemahaman mengenai biologi sel punca dan pengobatan regeneratif. Berkat kontribusinya dalam dunia kesehatan, beliau menerima delapan gelar kehormatan doktoral.


Sumber: BeritaSatu.com Sumber: Google News Indonesia | Berita 24 Jakarta

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »