www.AlvinAdam.com

Berita 24 Jakarta

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ormas minta THR, pengusaha mengaku 'kelabakan'

Posted by On 18.58

Ormas minta THR, pengusaha mengaku 'kelabakan'

Ormas minta THR, pengusaha mengaku 'kelabakan'

OrmasHak atas foto Detikcom/Akhmad Mustaqim
Image caption Ketua Umum FBR Luthfi Hakim mengaku ormasnya meminta sejumlah uang kepada pengusaha di Jakarta menjelang Lebaran.

Menjelang Lebaran, sejumlah organisasi masyarakat disebut meminta uang dari pelaku usaha, yang mereka bungkus dalam istilah tunjangan hari raya (THR).

Pengusaha mengaku kelabakan menyediakan anggaran itu karena tengah berupaya membayar THR kepada pihak yang memang berhak menerimanya: karyaw an.

"Hotel di Jakarta waktu Lebaran justru sepi. Kami tidak ada anggaran untuk ormas," kata Khrisnadi, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jakarta, Senin (28/05).

Khrisnadi menyebut ormas tertentu secara reguler meminta uang kepada pelaku usaha menjelang Lebaran. Menurutnya, ormas menganggap pengusaha sebagai mesin tunai yang selalu dapat menyediakan bantuan finansial.

"Baru kali ini saja ada (pengusaha) yang teriak. Tapi kejadian ini kan bukan kali ini saja," ujarnya melalui sambungan telepon.

  • Ketika ormas tak lagi minta THR, tapi 'bantuan finansial' untuk hari raya
  • Preman ikut menata Tanah Abang? Siapa sebenarnya mereka?
  • THR dan Gaji ke-13 untuk PNS dan pensiunan: Kebijakan populis atau pendorong pertumbuhan?

Sejak akhir pekan lalu beredar surat berkop ormas Forum Betawi Rempug (FBR) yang ditujukan kepada pengusaha di Kelapa Gading dan Kalideres, Jakarta.

Surat yang berisi permintaan agar pengusaha memberi THR lebaran bagi FBR tersebut dibenarkan ketua umum ormas itu, Luthfi Hakim.

"Ngetes kepedulian pengusaha di sekitar situ. Kalau dikasih alhamdulillah, kalau enggak dikasih, enggak apa-apa. Enggak ada paksaan kok," ucapnya seperti dilansir Detikcom.

Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi), Ikhsan, menganggap pengusaha dan ormas sebenarnya memiliki hubungan saling menguntungkan.

Ikhsan mengklaim ormas kerap mengamankan kawasan di sekitar tempat usaha. Atas dasar simbiosis mutualisme itu, kata dia, pengusaha menyalurkan dana ke ormas tertentu.

"Posko Forkabi bisa untuk ronda, kan sekarang ruang publik sedikit. Jadi banyak yang kami lakukan," kata Ikhsan merujuk kepengurusan ormasnya di Jakarta yang mencapai tingkat rukun warga.

Tak hanya Forkabi, Ikhsan mengklaim ketertiban dan keamanan di Jakarta juga tak lepas dari ormas lainnya, antara lain Pemuda Pancasil a dan Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI dan Polri (FKPPI).

Meski begitu Ikhsan menyatakan Forkabi tak pernah meminta THR ke pengusaha. Selain dari ketua umum mereka yang bekas petinggi tentara, Nachrowi Ramli, ia menyebut Forkabi juga mengumpulkan anggaran dari iuran anggota.

"Dalam dua tahun terakhir kami menghabiskan Rp3,5 miliar. Kami tidak dapat dari perusahaan, tapi kesadaran kami sendiri," ujarnya.

Hak atas foto AFP/ADEK BERRY
Image caption Pemuda Pancasila yang berseragam loreng dianggap sebagai ormas yang turut mencegah kriminalisme, meski sebagian masyarakat menyebut aksi mereka sebagai premanisme.

Fahira Idris, ketua umum Bang Japar, sebuah ormas kepemudaa n di Jakarta, menyebut ormas memang biasa mengajukan bantuan dana ke pelaku usaha. Namun ia mengklaim permohonan itu atas prinsip sukarela dan tak disertai ancaman.

"Organisasi kemasyarakatan apapun, dari mahasiswa, karang taruna hingga keagamaan, kalau ingin menggelar acara, mereka membuat proposal dan memberikannya ke pengusaha di sekitar mereka," tuturnya.

Fahira mengklaim Bang Japar, ormas yang didirikannya tahun lalu, menggiatkan kewirausahawanan anggota agar tak ingin bergantung pada pengusaha atau lembaga pemerintah.

"Kami punya unit-unit usaha sendiri agar mampu menjadi organisasi yang mandiri," ujarnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta, Darwis Aji, meminta ormas tak meminta atau memaksa pengusaha memberi sejumlah uang atas nama THR Lebaran. Ia menilai perbuatan itu dapat dipidanakan.

"Itu sama juga seperti premanisme," ucapnya kepada pers. Kesbangpol merupakan lembaga pemerintah yan g menerbitkan izin pendirian sebuah ormas.

Adapun kepolisian menilai ormas boleh meminta uang kepada perusahaan, asalkan tanpa paksaan. Sebaliknya, kata Karo Penmas Polri, Brigjen Mohammad Iqbal, pengusaha dapat menyalurkan bantuan kepada ormas dengan prinsip sukarela.

Tahun lalu, menjelang Lebaran, kepolisian di Bekasi dan Medan menangkap beberapa orang yang meminta 'THR' ke minimarket dan pedagang kaki lima. Mereka yang ditangkap mengaku berasal dari ormas kepemudaan.

Sumber: Google News Indonesia | Berita 24 Jakarta

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »