www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

7 Bus Klasik Dipamerkan di Jakarta

Posted by On 22.17

7 Bus Klasik Dipamerkan di Jakarta

Bus klasik yang bisa Anda lihat di pameran Indonesia Classic N Unique Bus (Incubus) 2018 di Hall B Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat pada 22-24 Maret 2018.KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Bus klasik yang bisa Anda lihat di pameran Indonesia Classic N Unique Bus (Incubus) 2018 di Hall B Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat pada 22-24 Maret 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi pecinta transportasi bus tahun 70-an atau penggemar bus kekinian yang ingin tahu sejarah bus-bus tua yang pernah dimiliki Indonesia saatnya berkunjung ke JIExpo. Di sana ada 10 bus klasik lintas generasi dari berbagai daerah dipame rkan.

Banyak bus unik yang bisa Anda lihat di sana, mulai dari yang pernah mengantar pegawai negeri sipil, bus pariwisata, bus DAMRI paling populer di zamannya, hingga yang berbahan mayoritas kayu.

Hebatnya, beberapa bus tua antara tahun 1960 hingga 1996 ini masi bisa beroperasi. Salah satunya bus Powris yang dahulu beroperasi di perusahaan Timah Pangkal Pinang, kini menjadi angkutan city tour bagi wisatawan.

Baca juga : Belum ke Pangkal Pinang kalau Belum Naik Bus Ini...

Berikut KompasTravel rangkum, tujuh bus klasik yang bisa Anda lihat di pameran Indonesia Classic N Unique Bus ( Incubus) 2018 di Hall B Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat pada 22-24 Maret 2018.

1. Bus/Oto Pownis

Bus dengan dominan warna merah dan coklat gading ini merupakan bus keluaran 1987, di Pulau Bangka. Selain beroperasi untuk karyawan tambang timah, dahulu bus bermesin Colt Diesel 100 PS ini berjasa mengantarkan penumpang dari Pangkal Pinang ke Sungai Liat di Pulau Bangka.

Bus yang 75 persennya berbahan kayu ini masih beroperasi mengantarkan wisatawan yang berkunjung ke Museum Timah Indonesia di Pangkalpinang. Wisatawan akan dibawa keliling destinasi wisata Kota Pangkalpinang dari museum tersebut tanpa dipungut biaya.

"Dulu sejak tahun 1950-an banyak model truk sedang yang dibuat bus dengan bahan kayu di Bangka, Oto Pownis ini generasi terakhirnya, yang masih ada sampai tahun 2012," tutur Muhammad Taufik, Kepala Museum Timah Indonesia kepada KompasTravel, dalam pameran tersebut, Kamis (23/3/2018).

2. Mercedes Benz Vario, DAMRI

Bus Wisata KlasikKOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Bus Wisata KlasikBus kedua ini keluar pada 1995, oleh pabrikan Mercedes Benz dengan seri Vario. Pasa masa jayanya (era 1990-an), bus ini digunakan Perum Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia (DAMRI) sebagai angkutan perintis di wilayah Kalimantan Barat.

Dari awalnya dua unit yang digunakan DAMRI, saat ini tinggal tersisa satu dan masih beroperasi dengan baik. Selain di acara Incubus 2018 ini, Anda bisa melihatnya di Kutoarjo, Jawa Tengah.

3. Mercedes Benz "Goyobod", DAMRI

Bus Wisata KlasikKOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Bus Wisata KlasikBus ini memiliki julukan Goyobod, diambil dari bahasa sunda yang berarti basah. Dibuat tahun 1988, bus ini bermesin Mercedez Benz tipe OF 1113 ini menempuh 1,166 juta kilometer di daerah Bandung.

Bus ini nyaris di "besi tua" kan pada tahun 2016 oleh pemiliknya DAMRI. Namun, karena akan digunakan beberapa pameran hingga kini, sang empunya pun akhirnya mendandaninya kembali seperti saat masa jayanya dahu lu era 1990-an.

4. Volgren OH 408, KTT Non-Blok

Bus Wisata KlasikKOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Bus Wisata KlasikBus rakitan 1991 ini dahulu dimiliki oleh Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD). Menurut Ahmad M. Fikri, selaku Project Coordinator Incubus 2018, bus ini dibeli khusus menjelang acara Konvrensi Tingkat Tinggi (KTT) Non-Blok 1992.

"Ia dulu kan tiap ada acara besar mendatangkan banyak negara selalu beli bus khusus. Bus ini dari Volgren Australia," tuturnya kepada KompasTravel, dalam pameran tersebut, Kamis (23/3/2018).

Salah satu keistimewaan yang dimiliki Mercy Volger adalah bahannya yang sudah menggunakan aluminium. Sesuatu yang tergolong langka pada masa itu.

5. Mercedes Benz "Banteng" DPR

Bus Wisata KlasikKOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Bus Wisata KlasikBus dengan julukan banteng ini mulai 1991 beroperasi mengantarkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam kunjungan dinasnya ke sekitaran Jakarta. Salah satu bus yang populer di era 1990-an ini dibuat oleh German Motor Manufacturing.

6. Hino Rainbow 1984 PO Maju Lancar

Bus Wisata KlasikKOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Bus Wisata KlasikBus buatan tahun 1984 ini keluaran pabrikan Hino, berukuran sedang. Banyak dipasarkan di Australia. Di Jepang bus bergenre karavan ini mulai beroperasi 1976, tetapi di Indonesia baru sekitar 1980-an.

Pada tahun tersebut, bus ini digunakan untuk pendukung operasional Kementerian Penerangan. Kini dimiliki oleh PO Maju Lancar sebagai koleksi klasiknya.

7. Mitsubhisi Fuso R Series 4 70

Mitsubishi Fuso R Series 470 lansiran 1963 milik PO Sumber Alam. Bus ini menjadi satu dari beberapa bus lawas yang dipamerkan di acara Indonesia Classic N Unique Bus (Incubus) 2018 di Hall B Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat pada 22-24 Maret 2018.Kompas.com/Alsadad Rudi Mitsubishi Fuso R Series 470 lansiran 1963 milik PO Sumber Alam. Bus ini menjadi satu dari beberapa bus lawas yang dipamerkan di acara Indonesia Classic N Unique Bus (Incubus) 2018 di Hall B Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat pada 22-24 Maret 2018.Inilah "engkong"-nya bus-bus di Indonesia saat ini. Bus tertua dalam pameran Incubus 2018 ini beroperasi 1963, atau sudah berusia sekitar 50 tahun. Meski begitu, bus Mitsubishi Fuso R Series 470 ini ternyata masih bisa menempuh jarak ratusan kilometer.

"Ini dikemudikan langsung dari Kutoarjo, sekita r dua bulan yang lalu. Masih kuat, walaupun sampai dua hari perjalanan," ungkap Fikri kepada KompasTravel, di sela acara Incubus 2018.

Pemilik awal dari bus tersebut adalah Satuan TNI Angkatan Udara di Malang, Jawa Timur. Saat ini bus yang masuk ke Indonesia 1960-an ini dimiliki PO Sumber Alam sebagai koleksi klasiknya.


Berita Terkait

Tiga Pilihan Transportasi ke Bandara Soekarno-Hatta, Pilih yang Mana?

4 Museum Unik dengan Nama Maestro Seni Rupa Indonesia

Yang Baru di Rangkasbitung Banten, Yuk Main ke Museum Multatuli

Ter kini Lainnya

Menunggu Penerbangan Kupang-Dili-Darwin

Menunggu Penerbangan Kupang-Dili-Darwin

News 24/03/2018, 11:24 WIB Ini Tempat Melihat Sakura yang “Instagramable” di Kyoto!

Ini Tempat Melihat Sakura yang “Instagramable” di Kyoto!

Jepang Terkini 24/03/2018, 10:11 WIB Ikan dengan Sambal Rambutan, Bagaimana Rasanya?

Ikan dengan Sambal Rambutan, Bagaimana Rasanya?

Food Story 24/03/2018, 09:22 WIB 7 Bus Klasik Dipamerkan di Jakarta

7 Bus Klasik Dipamerkan di Jakarta

News 24/03/2018, 07:50 WIB Ini Makanan Indonesia Favorit Orang Asing

Ini Makanan Indonesia Favorit Orang Asing

Food Story 23/03/2018, 22:26 WIB Wings Air Terbangi Rute Semarang - Lombok Setiap Hari

Wings Air Terbangi Rute Semarang - Lombok Setiap Hari

News 23/03/2018, 21:32 WIB Akhir Pekan Ini, Festival Jengkol Indonesia Digelar di Bekasi

Akhir Pekan Ini, Festival Jengkol Indonesia D igelar di Bekasi

News 23/03/2018, 20:30 WIB Wisatawan Masih Bisa Melihat Keindahan Ijen, Berikut Imbauannya

Wisatawan Masih Bisa Melihat Keindahan Ijen, Berikut Imbauannya

Travel Tips 23/03/2018, 19:34 WIB Holocaust Memorial Bukan Lokasi Wisata untuk Bercanda

Holocaust Memorial Bukan Lokasi Wisata untuk Bercanda

Travel Story 23/03/2018, 18:31 WIB Belum ke Pangkal Pinang kalau Belum Naik Bus Ini...

Belum ke Pangkal Pinang kalau Belum Naik Bus Ini...

Travel Story 23/03/2018, 17:57 WIB Menyicip Bakwan Cigok hingga Wisata ke Gudang Garam di Pekanbaru

Menyicip Bakwan Cigok hingga Wisata ke Gudang Garam di Pekanbaru

Travel Story 23/03/2018, 16:25 WIB 5 Fakta Menarik tentang Wae Rebo di Flores

5 Fakta Menarik tentang Wae Rebo di Flores

Travel Story 23/03/2018, 15:31 WIB Gunung Ijen Ditutup sampai Waktu yang Belum Ditentukan

Gunung Ijen Ditutup sampai Waktu yang Belum Ditentukan

News 23/03/2018, 14:18 WIB Sejak Kapan Masyarakat Indonesia Mengonsumsi Sambal?

Sejak Kapan Masyarakat Indonesia Mengonsumsi Sambal?

Food Story 23/03/2018, 13:24 WIB Open Trip Perkuat Ikatan 'Trip Leader' di Indonesia

Open Trip Perkuat Ikatan "Trip Leader" di Indonesia

News 23/03/2018, 12:14 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Jakarta

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »