www.AlvinAdam.com


Berita 24 Jakarta

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Membela Kemerdekaan Palestina Berawal dari Sejarah Indonesia

Posted by On 01.01

Membela Kemerdekaan Palestina Berawal dari Sejarah Indonesia

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di kantor DPP PDI-P, Jakarta, Sabtu (28/10/2017).KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di kantor DPP PDI-P, Jakarta, Sabtu (28/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto meminta pemerintah Indonesia segera menggalang dukungan internasional untuk menolak rencana Amerika Serikat (AS) memindahkan kedutaannya untuk Israel di Tel Aviv ke Yerusalem.

Ia meminta pemerintah melalui Menteri Luar Negeri agar secepatnya menggalang dukungan internasional melalui PBB agar mengeluarkan resolusi menolak klaim Yerusalem Timur sebagai ibu kota Israel.

Ia menambahkan upaya mendukung kemerdekaan Palestina seutuhnya harus menjadi pegangan seluruh diplomasi internasional yang dilakukan pemerintah Indonesia.

"Kemerdekaan ialah hak segala bangsa, dan solusi atas Yerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan harus melibatkan Palestina, tidak bisa dilakukan sepihak," kata Hasto melalui keterangan tertulis, Kamis (7/12/2017).

(Baca juga : Jokowi Minta PBB Segera Bersidang Sikapi Kebijakan Trump soal Jerusalem)

Ia mengatakan, selain berakar kuat dari perintah konstitusi, membela kemerdekaan Palestina juga bersumber dari sejarah Indonesia.

Konferensi Asia Afrika 1955 telah memberikan legitimasi yang kuat bagi Palestina untuk diperjuangkan sebagai negara yang merdeka seutuhnya.

Bahkan, papar Hasto, pada tahun 1962, Bung Karno secara konsisten menolak kehadiran Israel dan Taiwan dalam Asian Games meski dengan konsekuensi dikeluarkan dari Komite O limpiade Internasional.

Saat itu, Bung Karno tidak tunduk pada tekanan tersebut, dan malah membentuk Games of The New Emerging Forces (GANEFO) sebagai tandingan olimpiade tersebut.

"Atas sikap politik tersebut PDI-Perjuangan menugaskan angota Fraksi di Komisi I untuk mengambil tindakan aktif dan progresif guna menjalankan sikap politik partai tersebut," lanjut dia.

Pemerintah Indonesia menolak rencana Amerika Serikat yang akan memindahkan kantor kedutaan besar untuk Israel di Tel Aviv ke Jerusalem, Palestina.

(Baca juga : Jokowi: Indonesia Mengecam Pengakuan Sepihak AS atas Jerusalem)

Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla, selama ini Jerusalem merupakan bagian dari pengawasan internasional.

"Jadi, kita tak ingin AS seperti ini," katanya di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Indonesia mendukung Palestina yang tak setuju Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Israel di Tel Aviv dipindahkan ke wilayah atau bagian dari negaranya.

"Jelas posisi Pemerintah Indonesia sependapat mendukung Palestina agar Amerika Serikat tak memindahkan kedutaannya ke Jerusalem," kata Kalla.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan niatnya kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk memindahkan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Jerusalem.

Pernyataan tersebut tidak memberikan informasi lebih lanjut mengenai apakah Trump akan langsung memindahkan kedutaan atau itu akan dilakukan pada waktu tertentu di masa depan.

Memindahkan kedutaan besar dan mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel akan menandai perubahan besar kebijakan Amerika Serikat serta membalikkan preseden puluhan tahun dan bertentangan dengan konsensus internasional.

Kompas TV Presiden Trump memerintahkan kedubes AS pindah ke Jerusalem.

Berita Terkait

Menlu Panggil Dubes AS, Tanya Aksi Trump Akui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

Trump Diklaim Bakal Akui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel

Mengapa Pengakuan Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel Sangat Kontroversial?

Indonesia Tolak Rencana AS Pindahkan Kedubesnya di Israel ke Jerusalem

Turki Ancam Putus Hubungan Diplomatik dengan Israel

Terkini Lainnya

Muasal Keluarnya Edaran bagi Nonmuslim di Desa Rajeg

Muasal Keluarnya Edaran bagi Nonmuslim di Desa Rajeg

Megapolitan 07/12/2017, 15:57 WIB Jambret Ponsel, Wildan dan Syahrul Malah Tertabrak Mobil

Jambret Ponsel, Wildan dan Syahrul Malah Tertabrak Mobil

Megapolitan 07/12/2017, 15:55 WIB Dituding Melobi Ketua MK, Anggota Pansus Angket KPK Minta Dibuktikan

Dituding Melobi Ketua MK, Anggota Pansus Angket KPK Minta Dibuktikan

Nasional 07/12/2017, 15:52 WIB KPK Pastikan Bawa Bukti Baru untuk Praperadilan Kedua Setya Novanto

KPK Pastikan Bawa Bukti Baru untuk Praperadilan Kedua Setya Novanto

Nasional 07/12/2017, 15:52 WIB LPJ Dana Operasional Tetap Ada, Pemprov DKI Hanya Hapus KPI RT/RW dan Pelaporan Kuitansi

LPJ Dana Operasional Tetap Ada, Pemprov DKI Hanya Hapus KPI RT/RW dan Pelaporan Kuitansi

Megapolitan 07/12/2017, 15:51 WIB DPR Sahkan Hadi Tjahjanto sebagai Calon Panglima TNI

DPR Sahkan Hadi Tjahjanto sebagai Calon Panglima TNI

Nasional 07/12/2017, 15:50 WIB Tak Percaya Ketua MK, Pemohon Uji Materi Hak Angket KPK Cabut Gugatan

Tak Percaya Ketua MK, Pemohon Uji Materi Hak Angket KPK Cabut Gugatan

Nasional 07/12/2017, 15:48 WIB Kreasi Tukang Ojek di Ambon, Pohon Natal Ini Dibuat dari Ratusan Botol Bir Bekas

Kreasi Tukang Ojek di Ambon, Pohon Natal Ini Dibuat dari Ratusan Botol Bir Bekas

Regional 07/12/2017, 15:46 WIB Kemenhub Dianggap Lalai hingga Terjadi Kasus Dwi Ariyani

Kemenhub Dianggap Lalai hingga Terjadi Kasus Dwi Ariyani

Nasional 07/12/2017, 15:42 WIB Jokowi Minta Kementerian yang Tak Penuhi Standar Pelayanan Dibuka Biar Publik Tahu

Jokowi Minta Kementerian yang Tak Penuhi Standar Pelayanan Dibuka Biar Publik Tahu

Nasional 07/12/2017, 15:40 WIB Delapan Negara Desak Dewan Keamanan PBB Bertemu Bahas Jerusalem

Delapan Negara Desak Dewan Keamanan PBB Bertemu Bahas Jerusalem

Internasional 07/12/2017, 15:37 WIB Kepala Subdit Ditjen Hubla Akui Terima Rp 400 Juta dari Kontraktor

Kepala Subdit Ditjen Hubla Akui Terima Rp 400 Juta dari Kontraktor

Nasional 07/12/2017, 15:33 WIB

Lepas 147 Marbut Umrah, Anies Pesan Makan Telur hingga Fokus Ibadah

Megapolitan 07/12/2017, 15:26 WIB Diskriminasi Etihad terhadap Dwi Ariyani Diharapkan Jadi yang Terakhir

Diskriminasi Etihad terhadap Dwi Ariyani Diharapkan Jadi yang Terakhir

Nasional 07/12/2017, 15:25 WIB Babi Hutan Ganggu Ujian Tengah Semester Sekolah di Jepang

Babi Hutan Ganggu Ujian Tengah Semester Sekolah di Jepang

Internasional 07/12/2017, 15:21 WIB Lo ad MoreSumber: Google News | Berita 24 Jakarta

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »